1.Kesombongan
Kelebihan apapun yang kita miliki, harta yang banyak, anak yang pintar, pangkat yang tinggi, kedudukan/jabatan terhormat, wajah yang tampan/cantik tetapi kurang ilmu dalam menyikapinya maka akan menyebabkan munculnya kesombongan.
Sombong itu mendustakan kebenaran dan merendahkan orang lain. Ketika kita merasa lebih dari orang lain dan iman serta ilmu yang kurang dalam menyikapinya, maka munculah sifat sombong dalam diri mengalahkan kelembutan dan kerendahan hatinya, mungkin hal ini terjadi karena pujian orang atau bahkan karena penghinaan. Ingatlah, syaithon laknatulloh adalah musuh kita yang senantiasa membisikan kepada sudut hati kita yang paling dalam, sehingga suatu ketika kita merasa rendah hati padahal sedang menunjukan kesombongan diri.
Seorang bapak baru pulang haji misalnya, ketika kedatangan tamu kerumahnya dengan senangnya dia menerima tamu tersebut, dengan senang hati pula dia berusaha menunjukan kesombongan kepada pembantu rumahnya sambil berkata: "tolong ambilkan karpet yang warna biru yang bapak beli di Mekah waktu haji tahun lalu, bukan yang dibeli dari Mekah kemarin……" ada apa maksud dibalik perkataannya itu, inilah sebagai bukti bahwa syaithon merasuki ke dalam hati pak haji ini disadari atau tidak dia sudah berusaha menutupi keramahannya dengan kesombongan dalam dadanya. Allohu Akbar.
Dari kesombongan inilah akan timbul kecemburuan sosial dan cara pandang orang yang berbeda dan akhirnya munculah sifat Dengki pada orang yang tidak siap menyikapinya.
2.Merasa Tersakiti
Contoh :Orang tua yang akan menikahkan anaknya dengan anak tetangganya atau yang lain, pada waktu yang telah ditentukan dan undangan sudah disebar, salah satu pihak memutuskan/ membatalkan rencana tersebut, dia kecewa, malu sama undangan, benci dan bahkan dendam kepada calon mantunya, maka akan timbullah kedengkian dalam dirinya. Padahal ketika dia mengetahui bahwa Allohlah pemilik segalanya, yang menyebabkan dia berjodoh atau tidak dan Alloh Maha tahu apa yang akan terjadi apabila berjodoh dengannya, boleh jadi ketika menikah rumah tangganya akan berantakan, maka ketika kita ridho menerimanya insya Alloh, Alloh SWT akan memberi pengganti yang lebih baik dan tidak harus menimbulkan kedengkian kepada siapapun.
3.Persaingan
Penyebab munculnya kedengkianpun bisa timbul karena persaingan, baik berupa persaingan usaha, kerja, kedudukan dll. Biasanya persaingan ini satu level/ setingkat, tukang warung dengan tukang warung, tukang ojeg dengan tukang ojeg, karyawan dengan karyawan, menejer dengan menejer dan seterusnya.
4. Keinginan memimpin
Adanya keinginan memimpin dalam satu organisasi, kelompok, perusahaan dan sebagainya, menyebabkan munculnya keinginan saling menonjolkan kemampuan, yang apabila pada akhirnya dia terkalahkan oleh lawannya dan dia tidak siap menerimanya maka munculah kedengkian/hasud dari dirinya dan kelompoknya
Bagaimana cara mengatasi kedengkian?
Agar kedengkian tidak merasuki tubuh kita dan kita tidak menjadi objek kedengkian bagi orang lain, maka ada beberapa kiat untuk mengatasinya :.....
Kelebihan apapun yang kita miliki, harta yang banyak, anak yang pintar, pangkat yang tinggi, kedudukan/jabatan terhormat, wajah yang tampan/cantik tetapi kurang ilmu dalam menyikapinya maka akan menyebabkan munculnya kesombongan.
Sombong itu mendustakan kebenaran dan merendahkan orang lain. Ketika kita merasa lebih dari orang lain dan iman serta ilmu yang kurang dalam menyikapinya, maka munculah sifat sombong dalam diri mengalahkan kelembutan dan kerendahan hatinya, mungkin hal ini terjadi karena pujian orang atau bahkan karena penghinaan. Ingatlah, syaithon laknatulloh adalah musuh kita yang senantiasa membisikan kepada sudut hati kita yang paling dalam, sehingga suatu ketika kita merasa rendah hati padahal sedang menunjukan kesombongan diri.
Seorang bapak baru pulang haji misalnya, ketika kedatangan tamu kerumahnya dengan senangnya dia menerima tamu tersebut, dengan senang hati pula dia berusaha menunjukan kesombongan kepada pembantu rumahnya sambil berkata: "tolong ambilkan karpet yang warna biru yang bapak beli di Mekah waktu haji tahun lalu, bukan yang dibeli dari Mekah kemarin……" ada apa maksud dibalik perkataannya itu, inilah sebagai bukti bahwa syaithon merasuki ke dalam hati pak haji ini disadari atau tidak dia sudah berusaha menutupi keramahannya dengan kesombongan dalam dadanya. Allohu Akbar.
Dari kesombongan inilah akan timbul kecemburuan sosial dan cara pandang orang yang berbeda dan akhirnya munculah sifat Dengki pada orang yang tidak siap menyikapinya.
2.Merasa Tersakiti
Contoh :Orang tua yang akan menikahkan anaknya dengan anak tetangganya atau yang lain, pada waktu yang telah ditentukan dan undangan sudah disebar, salah satu pihak memutuskan/ membatalkan rencana tersebut, dia kecewa, malu sama undangan, benci dan bahkan dendam kepada calon mantunya, maka akan timbullah kedengkian dalam dirinya. Padahal ketika dia mengetahui bahwa Allohlah pemilik segalanya, yang menyebabkan dia berjodoh atau tidak dan Alloh Maha tahu apa yang akan terjadi apabila berjodoh dengannya, boleh jadi ketika menikah rumah tangganya akan berantakan, maka ketika kita ridho menerimanya insya Alloh, Alloh SWT akan memberi pengganti yang lebih baik dan tidak harus menimbulkan kedengkian kepada siapapun.
3.Persaingan
Penyebab munculnya kedengkianpun bisa timbul karena persaingan, baik berupa persaingan usaha, kerja, kedudukan dll. Biasanya persaingan ini satu level/ setingkat, tukang warung dengan tukang warung, tukang ojeg dengan tukang ojeg, karyawan dengan karyawan, menejer dengan menejer dan seterusnya.
4. Keinginan memimpin
Adanya keinginan memimpin dalam satu organisasi, kelompok, perusahaan dan sebagainya, menyebabkan munculnya keinginan saling menonjolkan kemampuan, yang apabila pada akhirnya dia terkalahkan oleh lawannya dan dia tidak siap menerimanya maka munculah kedengkian/hasud dari dirinya dan kelompoknya
Bagaimana cara mengatasi kedengkian?
Agar kedengkian tidak merasuki tubuh kita dan kita tidak menjadi objek kedengkian bagi orang lain, maka ada beberapa kiat untuk mengatasinya :.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar